ISO 9001:2015

ISO 9001 atau QMS ISO 9001 atau SNI ISO 9001 adalah standardisasi internasional yang paling dasar yaitu standard yang mengatur Sistem manajemen Mutu, saat ini hadir dengan versi terbarunya yaitu ISO 9001:2015. Metode Pendekatan ISO 9001:2015 menggunakan pendekatan proses (Process Approach), pendekatan sistem (system approach) dan juga menggunakan pola Plan – Do – Check – Action (PDCA) – Continuous Improvement. Berbicara Mutu di dalam ISO 9001:2015 bisa mencakup kualitas produk (Q), biaya atau Cost (C), pengiriman atau Delivery (D), keamanan / keselamatan atau safety (S) dan moral (M) atau biasa disingkat dengan QCDSM.

Memberikan jasa konsultasi melalui konsultasi dan pelatihan. Jasa konsultasi dan pelatihan dilakukan selama 6 (enam) kali pertemuan (sekali pertemuan per minggu), setiap pertemuan selama 4 jam dengan metode pengajaran dan pembebanan tugas-tugas.
Membuatkan kebijakan dengan standar ISO 9001:2015, prosedur kerja/instruksi kerja dibuat oleh karyawan/bagian yang bersangkutan dengan bimbingan konsultan.

Membantu proses audit dan setifikasi ISO 9001:2015.

ISO 14000:2015 / Sistem Manajemen Lingkungan

ISO 14000 :2015 adalah standar internasional untuk Sistem Manajemen Lingkungan, yaitu : Sistem Manajemen untuk mengarahkan dan mengontrol organisasi berkaitan dengan lingkungan . Tujuan utama dari sertifikasi ISO 14000:2015 adalah untuk menjaga kelangsungan hidup manusia, flora dan fauna dalam kondisi terbaik yang paling mememungkinkan. Pengelolaan lingkungan dalam sertifikasi ISO mungkin hanya merupakan satu langkah kecil, namun demikian proses ini akan berkembang dan meningkat sejalan dengan bertambahnya pengalaman, penciptaan, pencatatan, dan pemeliharaan dari sistem yang diperlukan untuk sertifikasi yang diharapkan dapat membantu menjaga kelestarian lingkungan.

Dampak positif terbesar terhadap lingkungan kiranya adalah pengurangan limbah berbahaya. Sertifikasi ISO mensyaratkan program-program yang akan menurunkan penggunaan bahan-bahan kimia berbahaya dan limbah berbahaya.

  • Memberikan jasa konsultasi melalui konsultasi dan pelatihan ISO 14000:2015, jasa konsultasi dan pelatihan dilakukan selama 6 (enam) kali pertemuan (sekali pertemuan per minggu), setiap pertemuan selama 4 jam dengan metode pengajaran dan pembebanan tugas- tugas.
  • Membuatkan kebijakan sistem manajemen lingkungan (SML) ISO 14000:2015 adalah sebagai standar internasional yaitu untuk mendukung perlindungan lingkungan dan pencegahan pencemaran yang seimbang dengan kebutuhan sosial ekonomi. Manajemen lingkungan mencakup suatu \ rentang isu yang lengkap meliputi hal-hal yang berkaitan dengan strategi dan kompetisi. Penerapan yang berhasil dari ISO 14001 dapat digunakan perusahaan untuk menjamin pihak yang berkepentingan bahwa SML yang sesuai tersedia.
  • Membantu proses audit dan setifikasi ISO 14000:2015.

OHSAS 18001/ Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja

OHSAS 18001 adalah suatu standar internasional untuk Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja. OHSAS 18001 telah dikembangkan atas tuntutan industry terhadap standar sistem manajemen kesehatan dan keselamatan yang dikenal luas yang dapat dinilai dan disertifikasi  dan dimaksudkan untuk mengelola aspek kesehatan dan keselamatan kerja (K3).

OHSAS 18001 menyediakan kerangka bagi efektifitas manajemen K3 termasuk kesesuaian dengan peraturan perundang-undangan yang diterapkan pada aktivitas-aktivitas anda dan mengenali adanya bahaya-bahaya yang timbul.

Standar tersebut dapat diterapkan pada setiap organisasi yang berkemauan untuk menghiangkan atau meminimalkan resiko bagi para karyawan dan pemegang kepentingan lainnya yang berhubungan langsung dengan resiko K3 menyertai aktifitas-aktifitas yang ada. Banyak organisasi memiliki elemen-elemen yang dipersyaratkan oleh OHSAS 18001 tersedia di tempat penggunaan yang dapat saling melengkapi untuk membuat lebih baik sistem manajemen terpadu sesuai dengan persyaratan standar ini. Organisasi yang mengimplementasikan OHSAS 18001 memiliki struktur manajemen yang terorganisir dengan wewenang dan tanggung-jawab yang tegas, sasaran perbaikan yang jelas, hasil pencapaian yang dapat diukur dan pendekatan yang terstruktur untuk penilaian resiko. Demikian pula, pengawasan terhadap kegagalan manajemen, pelaksanaan audit kinerja dan melakukan tinjauan ulang kebijakan dan sasaran K3.


Scroll to Top