Jasa Pengurusan Izin kontruksi

SKT (Sertifikat Keterampilan) adalah bukti kompetensi dan kemampuan profesi keterampilan kerja bidang Jasa Pelaksana Konstruksi yang harus dimiliki tenaga kerja/ahli perusahaan untuk dapat ditetapkan sebagai Penanggung Jawab Teknik (PJT) dalam permohonan Sertifikasi dan Registrasi Jasa Pelaksana Konstruksi.

Kualifikasi tenaga terampil Jasa Pelaksana Konstruksi adalah;

  1. Tingkat I
  2. Tingkat II
  3. Tingkat III

SKT adalah salah satu persyaratan utama untuk mengajukan permohonan Sertifikasi dan Registrasi Badan Usaha Jasa Pelaksana Konstruksi golongan kecil (K1, K2 dan K3) SKT tersebut dikeluarkan oleh asosiasi profesi jasa konstruksi yang telah diakreditasi LPJK.

Adapun Persyaratan Administrasi SKT adalah :

  1. KTP
  2. Pas Foto
  3. Ijazah SD (Untuk SKT Tingkat 3), Ijazah SMP (Untuk SKT Tingkat 2) dan Ijazah STM/Sederajat (Untuk SKT Tingkat 1)

SKA (Sertifikasi Keahlian)

SKA (Sertifikat Keahlian) adalah bukti kompetensi dan kemampuan profesi keahlian kerja tenaga ahli bidang jasa pelaksana konstruksi maupun jasa pengawas konstruksi dengan kualifikasi tenaga ahli sebagai berikut;

Kualifikasi tenaga ahli Jasa Konstruksi adalah;

  1. Ahli Utama
  2. Ahli Madya
  3. Ahli Muda

Salah satu persyaratan utama untuk mengajukan permohonan Sertifikasi dan Registrasi Badan Usaha bidang Jasa Konstruksi adalah memiliki tenaga ahli bersertifikat keahlian (SKA) untuk ditetapkan sebagai Penanggung Jawab Teknik (PJT) atau Penanggung Jawab Bidang (PJB).

SKA tersebut dikeluarkan oleh asosiasi profesi jasa konstruksi yang telah diakreditasi Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK).

Kualifikasi SKA Persyaratan Ahli Utama: 

  1. Berpendidikan minimal S1 dengan pengalaman minimal 12 tahun atau S2 dengan pengalaman minimal 5 tahun
  2. Melampirkan Ijazah
  3. Melampirkan KTP dan NPWP
  4. Melampirkan Foto
  5. Melampirkan daftar riwayat hidup
  6. Melampirkan sertifikat kursus/keahlian yang dimiliki (jika ada)

SKA Ahli Madya:

  1. Berpendidikan minimal S1 dengan pengalaman minimal 7 tahun atau S2 dengan pengalaman minimal 2 tahun
  2. Melampirkan ijazah
  3. Melampirkan KTP dan NPWP
  4. Melampirkan Foto
  5. Melampirkan daftar riwayat hidup

SKA Ahli Muda:

  1. Berpendidikan minimal DIII dengan pengalaman minimal 5 tahun atau S1 dengan pengalaman minimal 2 tahun atau S2 dengan pengalaman minimal 1 tahun
  2. Melampirkan Ijazah
  3. Melampirkan KTP dan NPWP
  4. Melampirkan Foto

Anda dan Perusahaan Anda Membutuhkan SKA Mudah dan Cepat ? Anda bisa langsung Hubungi Marketing Kami : 0812 9185 6339

SBU Pelaksanaan Konstruksi

Bidang Usaha jasa pelaksana konstruksi adalah layanan jasa konstruksi yang bersifat umum maupun spesialis yang menyediakan layanan jasa pembangunan, perbaikan, pemeliharaan, pemasangan dan instalasi, fabrikasi, perakitan dan pemasangan konstruksi prefabrikasi.

Pelaksanaan kegiatan usaha jasa pelaksana konstruksi tersebut dapat dilakukan oleh Badan Usaha Jasa Konstruksi Nasional (BUJK Nasional), Badan usaha jasa konstruksi penanaman modal asing (BUJK PMA) atau Badan usaha jasa konstruksi asing (BUJKA) dengan ketentuan harus memiliki Sertifikat Badan Usaha yaitu SBU Jasa Pelaksana Konstruksi yang dikeluarkan oleh LPJK Nasional atau LPJK Propinsi dan memiliki Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK) yang dikeluarkan oleh Pemerintah.

KLASIFIKASI DAN KUALIFIKASI

A). Klasifikasi Jasa Pelaksana Konstruksi terdiri dari;

  1. Bangunan gedung
  2. Bangunan sipil
  3. Instalasi mekanikal dan elektrikal
  4. Jasa pelaksana lainnya, dan
  5. Jasa pelaksana spesialis

Klasifikasi usaha jasa pelaksana konstruksi tersebut memiliki subklasifikasi yang dapat dipilih oleh BUJK untuk mendapatkan Sertifikat Badan Usaha (SBU).

B). Kualifikasi Jasa Pelaksana Konstruksi terdiri dari;

  1. Kualifikasi kecil K1, K2 dan K3
  2. Kualifikasi menengah M1 dan M2, serta
  3. Kualifikasi besar B1 dan B2

PERMOHONAN DAN PERSYARATAN SBU

Permohonan SBU Jasa Pelaksana Konstruksi dapat diajukan oleh setiap Badan Usaha Jasa Konstruksi (BUJK) sesuai dengan Peraturan LPJKN Nomor 10 Tahun 2013 tentang Registrasi Usaha Jasa Pelaksana Konstruksi, meliputi;

  1. Permohonan baru SBU
  2. Perubahan data perusahaan
  3. Peningkatan kualifikasi (Up-Grade) dan
  4. Perpanjangan SBU

Permohonan Baru

Untuk permohonan baru SBU hanya diberikan kualifikasi kecil K1, menengah M1 atau kualifikasi besar B2. Dengan ketentuan untuk badan usaha jasa konstruksi penanaman modal asing (BUJK PMA) dan badan usaha jasa konstruksi asing (BUJKA) hanya dapat diberikan kualifikasi B2, sedangkan badan usaha jasa konstruksi (BUJK Nasional) hanya bisa diberikan kualifikasi kecil K1 atau menengah M1.

Persyaratan

Setiap permohonan baru, perubahan, peningkatan kualifikasi atau perpanjangan harus memenuhi persyaratan kualifikasi jasa pelaksana konstruksi meliputi persyaratan tenaga kerja, keuangan dan pengalaman kerja.

Persyaratan Dokumen Administrasi dan Biaya Pengurusan

SBU Perencanaan Konstruksi

Bidang Usaha jasa perencana dan pengawas konstruksi adalah layanan jasa konstruksi yang menyediakan layanan jasa meliputi jasa design arsitektural bangunan, design interior, lansekap, design struktur bangunan, jasa survey, jasa penilai, jasa studi kelayakan, studi analisis dampak lingkungan, engineering design, perencanaan tata kota/wilayah, jasa prospektus geologi, jasa pembuatan peta, jasa pengujian dan analisis, jasa manajemen proyek, jasa inspeksi teknik serta jasa pengawas pekerjaan konstruksi untuk berbagai proyek pemerintah atau swasta.

Pelaksanaan kegiatan usaha jasa perencana dan pengawas konstruksi tersebut dapat dilakukan oleh Badan Usaha Jasa Konstruksi Nasional (BUJK Nasional), Badan usaha jasa konstruksi penanaman modal asing (BUJK PMA) atau Badan usaha jasa konstruksi asing (BUJKA) dengan ketentuan harus memiliki Sertifikat Badan Usaha yaitu SBU Jasa Perencana dan Pengawas Konstruksi yang dikeluarkan oleh LPJK Nasional atau LPJK Provinsi dan memiliki Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK) yang dikeluarkan oleh Pemerintah.

Sertifikat Badan Usaha atau SBU Jasa Perencana dan Pengawas Konstruksi yang dikeluarkan oleh LPJK meliputi klasifikasi dan kualifikasi sebagai berikut;

A). Klasifikasi meliputi;

  1. Arsitektur
  2. Perencana Rekayasa
  3. Perencanaan Tata Ruang
  4. Pengawasan Arsitektur
  5. Pengawasan Rekayasa
  6. Pengawasan Tata Ruang
  7. Konsultan Spesialis, dan
  8. Jasa Konsultan Lainnya

Klasifikasi usaha jasa perencana dan pengawas konstruksi tersebut memiliki subklasifikasi yang dapat dipilih oleh BUJK untuk mendapatkan Sertifikat Badan Usaha (SBU).

B). Kualifikasi meliputi;

  1. Kualifikasi kecil K1 dan K2
  2. Kualifikasi menengah M1 dan M2, serta
  3. Kualifikasi besar B

PERMOHONAN DAN PERSYARATAN SBU

Permohonan SBU Jasa Pelaksana Konstruksi dapat diajukan oleh setiap Badan Usaha Jasa Konstruksi (BUJK) sesuai dengan Peraturan LPJKN Nomor 11 Tahun 2013 tentang Registrasi Usaha Jasa Perencana dan Pengawas Konstruksi, meliputi;

  1. Permohonan baru SBU
  2. Perubahan data perusahaan
  3. Peningkatan kualifikasi (Up-Grade) dan
  4. Perpanjangan SBU

Permohonan Baru

Untuk permohonan baru SBU hanya diberikan kualifikasi kecil K1, menengah M1 atau kualifikasi besar B2. Dengan ketentuan untuk badan usaha jasa konstruksi penanaman modal asing (BUJK PMA) dan badan usaha jasa konstruksi asing (BUJKA) hanya dapat diberikan kualifikasi B, sedangkan badan usaha jasa konstruksi (BUJK Nasional) hanya bisa diberikan kualifikasi kecil K1 atau menengah M1.

Persyaratan

Setiap permohonan baru, perubahan, peningkatan kualifikasi atau perpanjangan harus memenuhi persyaratan kualifikasi jasa perencana dan pengawas konstruksi meliputi persyaratan tenaga kerja, keuangan dan pengalaman kerja.

Persyaratan Dokumen Administrasi dan Biaya Pengurusan

SIUJK

SIUJK adalah Surat izin usaha yang dipersyaratkan bagi perusahaan yang baru berdiri maupun telah berkembang dan maju dalam melakukan kegiatan usahanya di bidang Jasa Pelaksana Konstruksi maupun Jasa Perencana/Pengawas Konstruksi.

Berdasarkan klasifikasi usaha jasa konstruksi di Indonesia, SIUJK terdiri dari;

  1. SIUJK untuk Perusahaan Jasa Perencana Konstruksi (Konsultan) terdiri dari Golongan besar ( B1), Golongan menengah (M1), Golongan kecil (K1)
  2. SIUJK untuk Perusahaan Jasa Pelaksana Konstruksi (Kontraktor) terdiri dari Golongan besar (B2 & B1), Golongan menengah (M1), Golongan kecil (K3,K2 & K1)
  3. SIUJK untuk Perusahaan Jasa Pengawasan Konstruksi (Konsultan), Golongan besar (B1), Golongan menengah (M1) dan Golongan kecil (K1)

Scroll to Top